mahorahora-gula-aren-stick-sachet

Gula Aren Organik, dari Sukabumi ke Dubai

mahorahora-gula-aren-stick-sachet
KOMPAS.com – Gula aren kebanyakan dijual dalan bentuk batok dengan ukuran bervariasi, kecil hingga besar. Berbeda dari biasanya, usaha rintisan Mahorahora menghadirkan bentuk gula aren yang lebih praktis, berupa bubuk dan cair. “Persepsi orang tentang gula aren itu kayaknya susah dipakai gitu ya. Sebab umumnya dijual dalam bentuk batok. Jadi musti diiris dan ditumbuk dulu, lalu cepat meleleh dan dikelilingi lalat,” ujar Slamet Sudijono, CEO dan founder Mahorahora. “Jadi kami come out dengan sesuatu yang lebih menarik, bikin sesuatu yang praktis buat konsumen. Jadi ada format gula aren bubuk dan cair,” lanjutnya.

 

Usaha rintisan yang dibangun sejak dua tahun lalu ini bukan hanya mengunggulkan penggunaannya yang praktis. Slamet mengatakan, gula aren Mahorahora juga diproduksi secara organik tanpa bahan tambahan apa pun. “Jadi kami sudah mendapatkan sertifikat organik yang cukup ketat. Kalau organik itu kan dari hulu ke hilir harus benar-benar terjaga supaya tidak terkontaminasi bahan-bahan non organik ya,” jelasnya. Bermitra langsung dengan petani gula aren lokal Berasal dari bahasa Maori, Mahorahora memiliki arti murni. Menurut Slamet, kata ini menggambarkan usaha rintisan miliknya yang berbasis sociopreneur. Usahanya tidak hanya mementingkan laba semata, melainkan perubahan positif bagi banyak orang. Prinsip ini dimulai Slamet sejak mendirikan Mahorahora.

 

Bermitra dengan Para Petani Lokal

Mulanya, dirinya hanya berbincang santai dengan seorang teman lama. Petani gula aren di Sukabumi menjadi salah satu pembahasan mereka. Menurut cerita temannya, banyak petani gula aren berusia muda memutuskan untuk berhenti menekuni profesinya. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya harga jual gula aren bagi para petani. “Dari situ, kami akhirnya mau memperkenalkan gula aren dengan persepsi yang berbeda dari biasanya. Kualitasnya gak hanya bagus tetapi juga konsisten,” kata Slamet. Ia juga mengupayakan tampilan produk yang bagus agar menarik minat konsumen.  “Alhamdullilah ada permintaan yang lumayan menarik dari konsumen. Apalagi kita lihat juga pada saat yang sama tren kopi gula aren juga lagi naik kan,” lanjutnya ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (22/5/2022).

Kini, Mahorahora bermitra langsung dengan 140 petani gula aren di Sukabumi. Selain memproduksi gula aren, para petani juga dibekali berbagai pelatihan untuk menunjang pekerjaan dan keuangannya. “Misalnya penyuluhan keselamatan kerja. Ada rencana juga untuk kasih penyuluhan tentang literasi keungangan, biar mereka mulai mengenal kira kira gimana harus mengatur keuangan dan menabung,” jelasnya.

 

Dari Petani, Untuk Dunia

Kenalkan gula aren ke dunia Slamet mengatakan, dirinya memiliki mimpi untuk mengenalkan Indonesia sebagai penghasil gula aren. “Jadi dikenal sebagai pemanis yang selain rasa dan aromanya nikmat, dari sisi kesehatan juga bagus,” kata Slamet. “Kebetulan gula aren Mahorahora ini juga sudah dilakukan certificate of analysis bahwa ada kandungan vitamin b5 dan mineral penting, kayak fosfor dan mineral,” tambahnya. Dirinya juga memboyong produk Mahorahora ke pameran Gulfood di Dubai pada 2020 lalu. “Pertama kali ikut pameran di Dubai. Jadi pelajaran yang bagus buat kita karena ternyata banyak orang di sana yang suka dengan gula aren,” kata Selamet. “Mereka pikir ini inovasi terbaru. Jadi bayangin ini sudah dipakai di indonesia ratusan tahun, begitu dicoba mereka, mereka pikir ini inovasi terbaru,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Slamet mengatakan, dirinya juga ingin memperluas pasar retail modern di Indonesia yang saat ini sudah dimulai. “Sekarang kalau retail itu kita ada online di e-commerce dan offline di beberapa supermarket, sambil on going masuk ke supermarket lainnya supaya jariangan distribusinya lebih luas,” kata Slamet. Produk gula aren Mahorahora kini tersedia dalam bentuk bubuk berukuran saset (lima gram), 150 gram, 250 gram, 500 gram, dan satu kilogram Rp 20.000-Rp 50.000. Ada juga gula aren Mahorahora cair berukuran 350 mililiter dan satu liter yang dijual mulai Rp 28.000 hingga Rp 50.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Usaha Rintisan Gula Aren Bubuk Organik, dari Sukabumi ke Dubai “, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/food/read/2022/05/24/180600975/usaha-rintisan-gula-aren-bubuk-organik-dari-sukabumi-ke-dubai-?page=all.
Penulis : Krisda Tiofani
Editor : Silvita Agmasari

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

 

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Usaha Rintisan Gula Aren Bubuk Organik, dari Sukabumi ke Dubai
Penulis : Krisda Tiofani
Editor : Silvita Agmasari

id_IDIndonesian